.

.

Jumat, 11 Juli 2014

Habits: Mengendalikan atau Dikendalikan....



Kebiasaan

Pikiranku seperti terlahir kembali setelah membaca buku Habits karangan Felix Y. Siauw. Isi bukunya keren-keren. Ada kutipan menarik dari bukunya Bang Felix, bunyinya gini “Dunia itu nggak adil… dia hanya berpihak pada orang-orang Istimewa… Dan sekali lagi, Dunia hanya bisa mengingat beberapa nama saja, DAN TIDAK SEMUA NAMA (dibaca: Manusia) dan yang diingat olehnya hanyalah yang dapat keluar dari kerumunan (dibaca: Tak Istimewa) dan mereka ini disebut THE OUTLIERS “Orang-orang Istimewa.”

Bicara tentang kebiasaan, belum pernah terbesit sebelumnya dipikiranku jikalau KEAHLIANku cebok menggunakan tangan kiri adalah karena kebiasaanku menggunakan tangan kiri dikala cebok. Andai aku menggunakan tangan kanan… maka mungkin kejadiannya akan berbeda “CEBOK TANGAN KANAN… Pieehhhh” hahahaha.

Kata si Habits, dia lahir dari sperma ayah bernama “PRACTICE-LATIHAN” dan dari Rahim Ibu bernama “Repetation-Pengulangan” so, kebiasaan kita akan terbentuk jikalau kita bersungguh-sungguh dan konsisten dalam membentuk habits  tersebut, intinya memulai melalui practice tadi dan kemudian continue melalui repetation tersebut.

Dan katanya si Habits dalam buku Habits karya Felix Y. Siauw itu, hal-hal yang menjadi sebuah habits atau kebiasaan kita itu sudah tersimulasi didalam otak dan membuat syaraf-syaraf yang membentuk jaringan di dalam otak. sehingga semakin Habits hal tersebut maka semakin besar pula lah jaringan syaraf itu.

Habits punya 2 kepribadian, Habits yang berkepribadian buruk dan berkepribadian baik. Habits baik akan MEMBAIKKANMU dan habits buruk akan MEMBURUKKANMU.

Contoh pertama, seorang Pria bernama Gapin selalu sikat gigi 3 kali sehari setiap setelah mandi dan sebelum tidur, nah habits sikat gigi 3 kali sehari yang dibentuk si Gapin akan membuat dirinya kebal akan sakitnya gigi dan bau mulut, tentu itu membaikkan si Gapin. Kedua, si Gapin ‘gak sengaja’ :D membuka situs p**** atau bo*** waktu kelas 3 SMP dulu, nah sejak saat itu si Gapin sekurang-kurangnya ‘harus’ menonton film yang katanya dewasa dan untuk orang dewasa itu minimal 10 film per bulan dan tak jarang melakukan hal tak senonoh seperti Onani atau masturbasi sehabis menonton film tersebut. Ini salah satu contoh kasus Habits yang sangat-sangat-sangat tidak baik, jelas itu memburukkan si Gapin. (Maaf, sedikit Vulgar and Don't Try This At Home)

Maka dari itu, bentuklah habit-habit baik yang akan membawamu menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, bukan malah habit buruk yang Pasti Memburukkanmu. Lagian, Habit-habit tersebut insya Allah akan turun langsung ke anak-cucumu nanti di masa depan karena ada pepatah yang berbunyi “Buah Jatuh nggak jauh dari Pohonnya”.

So, Mulailah bangun Habits baik itu dan ‘KENDALIKAN HABITS…  ATAU HABITS YANG AKAN MENGENDALIKANMU”.

LUPA, perlu kita ingat bahwa membiasakan sesuati itu membutuhkan waktu yang tak sedikit. yang kita perlukan adalah TEKAD dan KEKONSISTENAN yang kuat. Karena teman.... HABITS adalah VALUE dari kita....

#Aku Berjanji... Mulai detik ini, aku akan Meninggalkan habit-habits Buruk yang ada didalam diriku...






Sumber: Buku Habits... Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar